Konsep Algoritma

Penyelesaian permasalahan dengan menggunakan alat bantu sistem komputer paling tidak akan melibatkan lima tahapan, yaitu:
1. Analisis masalah
2. Merancang algoritma
3. Membuat program komputer
4. Menguji hasil program komputer
5. Dokumentasi

Tahapan-tahapan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu fase penyelesaian permasalahan (problem solving phase) dan fase implementasi (implementation phase). Fase penyelesaian permasalahan, terdiri atas dua langkah paling awal yaitu:
1. Analisis masalah, dan
2. Merancang algoritma

Sedangkan fase implementasi meliputi tiga langkah berikutnya, yaitu:
1. Membuat program komputer (coding),
2. Menguji hasil program komputer (debuging), dan
3. Dokumentasi (documentation)

Langkah pertama, yaitu analisis masalah merupakan langkah paling awal untuk mengetahui lebih jauh tentang permasalahan yang akan diselesaikan dengan menggunakan alat bantu komputer. Langkah ini bertujuan untuk menentukan ide-ide kemungkinan solusi terhadap permasalahan.

Langkah kedua, yaitu merancang algoritma dilakukan dengan tujuan utama sebagai berikut:
1. Menentukan ide solusi
2. Menyatakan algoritma
3. Memvalidasi algoritma
4. Menganalisis algoritma

Ide solusi merupakan ide prosedur/urutan proses penyelesaian permasalahan secara global. Selanjutnya prosedurnya prosedur global tersebut perlu rinci menjadi menjadi serangkaian langkah terstruktur yang lebih terperinci dan dinyatakan dalam bentuk algoritma.

Validasi algoritma diperlukan untuk menguji validitas prosedur yang telah dinyatakan dalam algoritma terhadap seluruh kemungkinan data yang di-input-kan. Sedangkan analisis algoritma dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efisiensi proses dalam algoritma, yang berkaitan dengan efisiensi waktu dan efisiensi penggunaan memori dalam sistem komputer.

Produser penyelesaian permasalahan dalam bentuk algoritma harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Setiap langkah harus bersifat pasti/tertentu (definite)
2. Menimal menghasilkan sebuah output
3. Terstruktur dan sistematis
4. Memiliki kriteria untuk menghentikan proses

Namun demikian, untuk memenuhi kriteria sebagai algoritma yang baik, maka ada kriteria tambahan yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu, secara keseluruhan algoritma yang baik harus bersifat efisien, baik dari sisi waktu maupun penggunaan memori dalam sistem komputer.

Hasil akhir fase penyelesaian permasalahan adalah sebuah solusi dalam bentuk algoritma. Istilah algoritma sendiri dapat diartikan sebagai himpunan berhingga langkah-langkah/prosedur-prosedur logika yang harus dilaksanakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang berorientasi pada pemrograman komputer. Tujuan algoritma adalah memberikan petunjuk tentang langkah-langkah logika penyelesaian permasalahan dalam bentuk yang mudah dipahami nalar manusia sebagai acuan yang membantu dalam mengembangkan program komputer. Pemahaman tentang algoritma akan mencetak sejak dini kemungkinan terjadinya kesalahan logika pada program komputer yang dikembangkan.

Untuk mencapai tujuan di atas terdapat lima syarat yang harus dipenuhi dalam algoritma, yaitu:
1. Logika prosedur pada algoritma harus cukup mudah dipahami nalar manusia
2. Validitas prosedur pada algoritma dapat ditelusuri dengan mudah
3. Tidak menimbulkan kerancuan interprestasi bagi orang lain
4. Prosedur pada algoritma harus cukup mudah dikonversi ke program komputer
5. Prosedur pada algoritma tidak terpengaruh/bergantung pada bahasa pemrograman apapun

Pada dasarnya tidak ada aturan yang baku tentang cara menuliskan solusi dalam bentuk algoritma. Namun demikian, agar solusi bentuk algoritma dapat digunakan dengan baik, maka umumnya dapat dinyatakan dalam dua kemungkinan bentuk, yaitu:
1. Bentuk uraian/deskriptif atau pseudocode
2. Bentuk gambar, yaitu menggunakan simbol-simbol grafis dalam bentuk bagan alir (flowchart)

No comments:

Post a Comment

SerambiNews.Com

PPC Iklan Blogger Indonesia